Setelah selesai solat dua rakaat, Jibril bertanya kepada nabi Muhammad saw, “Hai Muhammad, tahukah engkau siapa yang shlat di belakngmu?” Nabi saw menjawab, “Tidak tahu”. Jibril menjelaskan bahawa yang shlat dibelakanagnaya adalah para nabi dan rasul terdahulu. Semua nabi dan rasul itu kemudian memuji Tuhannya dengan pujian yang sangat indah. Nabi Muhammad saw berkata, “kalian semua telah memuji Tuhan kalin dengan pujian yang sangat indah, maka aku juga ingin memuji Tuhan saya dengan pujian yang indah pula. Nambu Muhammad saw kemudian berkata, “Segala Puji bagi Allah yang telah mengutus kepada alam semesta dan kepada semua manusia, membawa kabar gembira dan peringatan, dan telah diturunkan kepadaku al-Qur’an sebagai penjelas segala sesuatu dan telah menjadikan umatku sebagai umat manusia, dan telah menjadikan umatku sebaik-baik umat yang pernah diciptakan, dan menjadikan umatku sebagai umat yang pernah diciptakan, dan menjadikan umatku sebagai umat yang pernah diciptakan. mengangkat beban beratku, mengangkat namaku menjadikanku sebagai penutup seluruh nabi”. Ketika itu nabi Ibrahim as berkata, “begitulah Allah telah melebihkanmu hai Muhammad”.
Setelah itu, nabi Muhammad saw merasa haus yang sangat dan Jibrilpun menghidangkan minuman berupa bejana yang berisi khamar dan bejana yang berisi susu. Maka nabi Muhammad saw memilih susu. Jibrilpun berkata kepadanya, “Sungguh engkau memilih sesuatu yang tepat dan sesuai fitrah yaitu susu. Jika kamu memilih khamar niscaya umatmu akan tenggelam dan mabuk dalam gelimang dosa dan maksiat dan tidak ada yang akan mengikutimu. Satu riwayat menyebut bahawa minuman yang dihidangkan Jibril adalah air putih, susu dan madu. Ketika nabi memilih susu, Jibril berkata “Ya Muhammad, engkau telah memilih sesuatu yang tetap dan sesuai fitrah.
Sampai di sini maka berakhirlah perjalanan isra’ dan akan segera memulakan perjalanan mi’raj iaitu naik ke langit untuk menemui Tuhan. Maka, didatangkanlah tangga (mi’raj) yang digunakan oleh arwah anak adam yang shalih menuju langit. Tidak ada tangga sebaik dan seindah tangga yang dipakai untuk mi’raj tersebut. Ia adalah tangga dari emas yang dibubuhi permata hijau dan disimpan di sorg Firdaus. Maka naiklah nabi Muhammad saw didampingi Jibril dan Mikail ke langit untuk menghadap Tuhan.
Dalam perjalanan mi’raj ini, pertama nabi sampai di pintu langit dunia atau disebut langit pertama. Di sana terdapat penjaga pintu langit pertama yang bernama Isma’il yang dibawah komandonya terdapt 70.000 malaikat dan masing-masing daripada 70.000 malaikat yang berada di bawah komando Ismail ini mereka juga memimpin 70.000 malaikat lainnya. Malaikat Isma’il ini berada di antara langit dan bumi dan dia tidak pernah turun ke bumi kecuali hanya hari diwafatkannya Rasulullah saw.
Jibril meminta malaikat penjaga pintu langit untuk membuka pintu. Malaikat penjaga itu bertanya, “siapa yang mengetuk pintu langit” Jibril menjawab, “Saya Jibril”. Malaikat kembali bertanya, “Siapa yang bersamamu?”. Jibril menjawab, “Muhammad”. Malaikat kembali bertanya, “Apakah dia diutus untuk naik ke langit?”. Jibril menjawab, “Ya, dia diutus ke sini”. Maka malaikatpun membuka pintu langit pertama dan menyambut nabi Muhammad saw dengan ucapan “Selamat datang, Allah swt telah memulakannya, sebaik-baik saudara dan sebaik-baik khlaifah dan sebaik-baik tamu yang datang”.
Setelah berada di langit pertama, nabi Muhammad saw melihat nabi Adam sebagai nenek moyang manusia yang ketika itu nabi Muhammad saw belum tahu jika orang yang dia laihat adalah nabi Adam as. Nabi Muahmmad melihat bahawa ketika itu dihadapkan kepada Adam ruh para nabi dan pengikutnya dari manusia yang beriman, maka nabi Adam berkata, “ruh yang baik dan jiwa yang baik, hendaklah ia di ‘illiyin (sorga yang tinggi). Kemudian dihadapkan pula kepadanya ruh anak-cucunya dari manusia yang kafir, maka dia berkata, “ruh yang buruk dan jiwa yang buruk jadikanlah neraka di tempatnya”. Kemudian di sebelah kanan nabi Adam terdapat pentu yang terbuka dan kelihatan hitam yang keluar dari pintu itu aroma yang wangi, dan di sebelah kiri juga kelihatan pintu yang terbuka dan kelihatan hitam yang mengeluarkan aroma yang busuk. Ketika nabi Adam melihat ke sebelah kanan dia bahagia dan tersenyum, namun bila melihat ke sebelah kiri dia kecut dan bersedih.
Nabi Muhammad kemudian mengucapkan salam kepada Adam as dan Adam pun menjawab salamnya dengan berkata, "Selamat datang wahai anak yang shalih dan nabi yang shalih. Setelah itu nabi Muhammad saw bertanya kepada Jibril tentang siapa sosok yang baru dia temui. Jibril menjelaskan bahawa oarng yag baru dia temui adalah nenek moyang manusia nabi Adam. Jibril kembali melanjutkan bahawa adapun kumpulan hitam yang terlihat itu adalah anak cucunya di sebelah manusia. dia senang dan tersenyum melihat anak cucunya yang masuk sorga.Selain pintu yang di sebelah kirinya adalah pintu neraka, oleh kerana otu dia sedih dan menang is ketika melihat ke saa kerana menyaksikan anak cucunya yang masuk ke dalam nereka.
Selanjutnya, nabi Muhammad melihat terus naik hingga ke pintu langit kedua. Sampai di pintu langit kembali malaikat Jibril meminta kepada penjaganya untuk membuka pintu. Sebelum pintu dibuka, malaikat penjaganya bertanya seperti soalan malaikat yang menjaga pitu langit pertama. Jibrilpun menjawab sama seperti jawapan yang diberikan kepada malaikat yang menjaga langit pertama. Setelah pintu langit kedua dibuka, kembali para malaikat penjaga memberi sambutan sama seperti ucapan selamat datang yang disampaikan malaikat penjaga pintu langit pertema.
Di langit kedua ini nabi Muhamad saw bertemu dengan nabi Isa as dan nabi Yahya as. Keduanya sangat mirip dari segi penampilan termasuk pakaian dan rambut mereka. Mereka didampingi oleh umat dan pengikut masing-masing. Nabi Muhammad saw memberikan salam dan merekapun membalas salam nabi Muhammad dengan berketa, “Selamat datang wahai saudara yang shalih dan nabi yang shalih”. Kemudian mereka mendo’akan kebaikan untuk nabi Muhammada saw.
Berikutnya, nabi Muhammad saw naik hingga ke langit ketiga. Di pintu langit ketiga seperti sebelumnya terjadi dialog antara malaikat penjaga pintunya dan Jibril yang datang. Setelah pintu langit dibuka dan para malaikat menyambut serta menyampaikan ucapan selamat datang kepada nabi Muhammad saw, maka nabi Muhammad saw bertemu dengan nabi Yusuf sebagai dan pengikutnya. Nabi Yusuf digambarkan mempunyai separoh dari keindahan alam semesta. Akan tetapi, perlu dicatat walaupun nabi Yusuf mempunyai separuh keindahan semesta, namun nabi Muhammad lebih daripada nilai ketmampuan Yusuf. Bedanya, nabi Muhammad kegagahan beliau disokong oleh kewibawaan yang sangat agung sehingga setiap manusia merasa malu melihat wajah nabi Muhammad saw. Seentara, Yusuf hanya diberi kegagahan dan tidak diberikan kewibawaan sehingga banyak wanita yang ingin berlaku kepada beliau. Nabi Muhammad kemudian mengucapkan salam dan Yusuf pun membalas salam nabi mendo’akan beliau seperti yang diucapkan nabi Isa sebelumnya.
Setelah selesai solat dua rakaat, Jibril bertanya kepada nabi Muhammad saw, “Hai Muhammad, tahukah engkau siapa yang shlat di belakngmu?” Nabi saw menjawab, “Tidak tahu”. Jibril menjelaskan bahawa yang shlat dibelakanagnaya adalah para nabi dan rasul terdahulu. Semua nabi dan rasul itu kemudian memuji Tuhannya dengan pujian yang sangat indah. Nabi Muhammad saw berkata, “kalian semua telah memuji Tuhan kalin dengan pujian yang sangat indah, maka aku juga ingin memuji Tuhan saya dengan pujian yang indah pula. Nambu Muhammad saw kemudian berkata, “Segala Puji bagi Allah yang telah mengutus kepada alam semesta dan kepada semua manusia, membawa kabar gembira dan peringatan, dan telah diturunkan kepadaku al-Qur’an sebagai penjelas segala sesuatu dan telah menjadikan umatku sebagai umat manusia, dan telah menjadikan umatku sebaik-baik umat yang pernah diciptakan, dan menjadikan umatku sebagai umat yang pernah diciptakan, dan menjadikan umatku sebagai umat yang pernah diciptakan. mengangkat beban beratku, mengangkat namaku menjadikanku sebagai penutup seluruh nabi”. Ketika itu nabi Ibrahim as berkata, “begitulah Allah telah melebihkanmu hai Muhammad”.
Setelah itu, nabi Muhammad saw merasa haus yang sangat dan Jibrilpun menghidangkan minuman berupa bejana yang berisi khamar dan bejana yang berisi susu. Maka nabi Muhammad saw memilih susu. Jibrilpun berkata kepadanya, “Sungguh engkau memilih sesuatu yang tepat dan sesuai fitrah yaitu susu. Jika kamu memilih khamar niscaya umatmu akan tenggelam dan mabuk dalam gelimang dosa dan maksiat dan tidak ada yang akan mengikutimu. Satu riwayat menyebut bahawa minuman yang dihidangkan Jibril adalah air putih, susu dan madu. Ketika nabi memilih susu, Jibril berkata “Ya Muhammad, engkau telah memilih sesuatu yang tetap dan sesuai fitrah.
Sampai di sini maka berakhirlah perjalanan isra’ dan akan segera memulakan perjalanan mi’raj iaitu naik ke langit untuk menemui Tuhan. Maka, didatangkanlah tangga (mi’raj) yang digunakan oleh arwah anak adam yang shalih menuju langit. Tidak ada tangga sebaik dan seindah tangga yang dipakai untuk mi’raj tersebut. Ia adalah tangga dari emas yang dibubuhi permata hijau dan disimpan di sorg Firdaus. Maka naiklah nabi Muhammad saw didampingi Jibril dan Mikail ke langit untuk menghadap Tuhan.
Dalam perjalanan mi’raj ini, pertama nabi sampai di pintu langit dunia atau disebut langit pertama. Di sana terdapat penjaga pintu langit pertama yang bernama Isma’il yang dibawah komandonya terdapt 70.000 malaikat dan masing-masing daripada 70.000 malaikat yang berada di bawah komando Ismail ini mereka juga memimpin 70.000 malaikat lainnya. Malaikat Isma’il ini berada di antara langit dan bumi dan dia tidak pernah turun ke bumi kecuali hanya hari diwafatkannya Rasulullah saw.
Jibril meminta malaikat penjaga pintu langit untuk membuka pintu. Malaikat penjaga itu bertanya, “siapa yang mengetuk pintu langit” Jibril menjawab, “Saya Jibril”. Malaikat kembali bertanya, “Siapa yang bersamamu?”. Jibril menjawab, “Muhammad”. Malaikat kembali bertanya, “Apakah dia diutus untuk naik ke langit?”. Jibril menjawab, “Ya, dia diutus ke sini”. Maka malaikatpun membuka pintu langit pertama dan menyambut nabi Muhammad saw dengan ucapan “Selamat datang, Allah swt telah memulakannya, sebaik-baik saudara dan sebaik-baik khlaifah dan sebaik-baik tamu yang datang”.
Setelah berada di langit pertama, nabi Muhammad saw melihat nabi Adam sebagai nenek moyang manusia yang ketika itu nabi Muhammad saw belum tahu jika orang yang dia laihat adalah nabi Adam as. Nabi Muahmmad melihat bahawa ketika itu dihadapkan kepada Adam ruh para nabi dan pengikutnya dari manusia yang beriman, maka nabi Adam berkata, “ruh yang baik dan jiwa yang baik, hendaklah ia di ‘illiyin (sorga yang tinggi). Kemudian dihadapkan pula kepadanya ruh anak-cucunya dari manusia yang kafir, maka dia berkata, “ruh yang buruk dan jiwa yang buruk jadikanlah neraka di tempatnya”. Kemudian di sebelah kanan nabi Adam terdapat pentu yang terbuka dan kelihatan hitam yang keluar dari pintu itu aroma yang wangi, dan di sebelah kiri juga kelihatan pintu yang terbuka dan kelihatan hitam yang mengeluarkan aroma yang busuk. Ketika nabi Adam melihat ke sebelah kanan dia bahagia dan tersenyum, namun bila melihat ke sebelah kiri dia kecut dan bersedih.
Nabi Muhammad kemudian mengucapkan salam kepada Adam as dan Adam pun menjawab salamnya dengan berkata, "Selamat datang wahai anak yang shalih dan nabi yang shalih. Setelah itu nabi Muhammad saw bertanya kepada Jibril tentang siapa sosok yang baru dia temui. Jibril menjelaskan bahawa oarng yag baru dia temui adalah nenek moyang manusia nabi Adam. Jibril kembali melanjutkan bahawa adapun kumpulan hitam yang terlihat itu adalah anak cucunya di sebelah manusia. dia senang dan tersenyum melihat anak cucunya yang masuk sorga.Selain pintu yang di sebelah kirinya adalah pintu neraka, oleh kerana otu dia sedih dan menang is ketika melihat ke saa kerana menyaksikan anak cucunya yang masuk ke dalam nereka.
Selanjutnya, nabi Muhammad melihat terus naik hingga ke pintu langit kedua. Sampai di pintu langit kembali malaikat Jibril meminta kepada penjaganya untuk membuka pintu. Sebelum pintu dibuka, malaikat penjaganya bertanya seperti soalan malaikat yang menjaga pitu langit pertama. Jibrilpun menjawab sama seperti jawapan yang diberikan kepada malaikat yang menjaga langit pertama. Setelah pintu langit kedua dibuka, kembali para malaikat penjaga memberi sambutan sama seperti ucapan selamat datang yang disampaikan malaikat penjaga pintu langit pertema.
Di langit kedua ini nabi Muhamad saw bertemu dengan nabi Isa as dan nabi Yahya as. Keduanya sangat mirip dari segi penampilan termasuk pakaian dan rambut mereka. Mereka didampingi oleh umat dan pengikut masing-masing. Nabi Muhammad saw memberikan salam dan merekapun membalas salam nabi Muhammad dengan berketa, “Selamat datang wahai saudara yang shalih dan nabi yang shalih”. Kemudian mereka mendo’akan kebaikan untuk nabi Muhammada saw.
Berikutnya, nabi Muhammad saw naik hingga ke langit ketiga. Di pintu langit ketiga seperti sebelumnya terjadi dialog antara malaikat penjaga pintunya dan Jibril yang datang. Setelah pintu langit dibuka dan para malaikat menyambut serta menyampaikan ucapan selamat datang kepada nabi Muhammad saw, maka nabi Muhammad saw bertemu dengan nabi Yusuf sebagai dan pengikutnya. Nabi Yusuf digambarkan mempunyai separoh dari keindahan alam semesta. Akan tetapi, perlu dicatat walaupun nabi Yusuf mempunyai separuh keindahan semesta, namun nabi Muhammad lebih daripada nilai ketmampuan Yusuf. Bedanya, nabi Muhammad kegagahan beliau disokong oleh kewibawaan yang sangat agung sehingga setiap manusia merasa malu melihat wajah nabi Muhammad saw. Seentara, Yusuf hanya diberi kegagahan dan tidak diberikan kewibawaan sehingga banyak wanita yang ingin berlaku kepada beliau. Nabi Muhammad kemudian mengucapkan salam dan Yusuf pun membalas salam nabi mendo’akan beliau seperti yang diucapkan nabi Isa sebelumnya.
Kemudian, nabi terus naik hingga ke langit keempat. Seperti sebelumnya, Jibril meminta malaikat penjaganya untuk membuka pintu dan malaikat penjaga pun kembali bertanya seperti pertanyaan penjaga-penjaga pintu langit sebelumnya. Jibril pun menjawab semua pertanyaan penjaga pntu langit itu sama dengan jawapan pada penjaga sebelumnya. Pintu langit keempatpun dibuka dan nabi Muhammaad saw kembali mendapat sambutan hangat para malaikat penjaganya.
Di langit keempat ini nabi Muhammad saw bertemu dengan nabi Idris as. Seorang nabi yang terkenal sangat cerdas dan shalih yang derajatnya ditinggikan oleh Allah swt. Nabi Muhammad saw mengucapkan salam kepadanya, dan nabi Idris membalas salam nabi sama dengan salam yang disampaiakn kepada nabi sebelumnya.
Selanjutnya, nabi terus naik hingga ke langit kelima dan kembali terjadi dialog anatra Jibril dan penjganya sebelum pintu dibuka. Setelah pintu terbuka dan para malaikat menyampaikan sambutannya, nabi Muhammad saw bertemu dengan nabi Harun as. Nabi Muhamamad melihat melihat jenggot nabi Harus seperohnya putih dan separohnya hitam. Konon kisahnya, jenggot nabi Harus yang putih itu adalah akibat genggaman nabi Musa as yang kesal kepadanya kerana membiarkan umatnya Bani Israel berbuat musyrik ketika nabi Harus di suurh menjaganya kerana Musa harus pergi bermunajat selama empat puluh hari. Salah satunya dikisahkan Allah swt dalam surat Thaha [20]: 94
(بسم الله الرحمن الرحيم)
قَالَ يَبْنَؤُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِى وَلَا بِرَأْسِىٓ ۖ إِنِّى خَشِيتُ أَن تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِى ٩٤
Artinya: “Harun menjawab: "Hai putra ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku bimbang bahawa kamu akan berkata (kepadaku): "Kamu telah memecahkan antara Bani Israel dan kamu tidak memelihara amanahku".
[Surah Toha : Ayat 94]

Setelah saling mengucapkan dan membalas salam dengana nabi Harus as sama seperti para nabi sebelumnya, nabi Muhammad saw kembali naik hingga ke langit keenam. Setelah pintu langit dibuka melalui proses seperti yang telah dijelaskan, nabi Muhammad saw bertemu dengan nabi Musa as bersama kaumnya. Nabi Muhammad saw melihat pengikut nabi Musa sangat lembut sehingga hampir menutupi ufuk. Kemudian Jibril berkata kepada nabi Muhammad, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu dan lihat ke atas”. Tiba-tiba nabi Muhammad melihat umatnya memenuhi seluruh bahagian bumi dari berbagai sisinya. Jibril berkata, "Begitulah jumlah umatmu yang jauh lebih banyak daripada umat para nabi sebelummu. Mereka semua akan masuk sorga, di tambah lagi ada yang tidak terliaht sebanyak 70.000 orang yang masuk sorga tanpa dihisab.
Nabi Muhammad saw melihat nabi Musa dalam paparan yang sangat kokoh dan gagah. Rambut dan bulunya lebat dan dari bajunya keluarlah bulu bdannya kerana kasarnya bulu tersebut. Ini menunjukkan wujud kekuatan dan kekokohan fizikal nabi Musa as. Setelah saling memberi dan menjawab salam seperti yang dilakukan dengan nabi-nabi sebelumnya, tiba-tiba nabi Musa bersedih dan menangis. Jibril bertanya dia tentanag alasan kenapa dia menangis. Musa menjawab, “Betapa tidak aku akan bersedih, sebab sejak dahulu manusia terutama bani Isarel mengatakan akulah manusia yang paling mulia dan baik, namun hari ini saya bertemu dengan manusia yang jauh lebih mulia dan lebih baik daripada diriku. Bukan hanya itu, dia mempunyai umat yang paling banyak serta paling banyak pula yang mamasuki sorga jauh lebih banyak daripada umatku yang masuk sorga”.
Kemudian nabi Muhammad saw terus naik hingga ke langit yang ketujuh. Setelah terjadi dialog dengan malaikat penjaganya, pintu langit dibuka dan nabi Muhammadpun disambut dengan sambutan hangat. Nabi Muhammad saw di langit ketujuh bertemu dengan nabi Ibrahim as yang sedang duduk di samping pintu sorga dengan kursi emas sambil bersandar di Baitul Makmur. Baitul Makmur adalah sebuah tempat suci di langit yang menjadi tempat tawafnya para malaikat. Setiap hari tidak kurang daripada 70.000 malaikat naik kepadanya dan setiap yang naik tidak akan turun lagi sampai hari kiamat. Kedudukan baitul makmur itu segaris dengan hajar ka’bah di bumi yang seandainya dijatuhkan batu dari Baitul Makmur itu, niscaya akan jatuh di tengah ka’bah.
Nabi Muhammad saw mengucapkan salam kepada nabi Ibrahim dan Ibarhimpun menjawab salamnya dengan berekata, "Selamat datang wahai anak yang shlaih dan nabi yang shalih. Suruhlah umatmu untuk memperbanyak menanam pohon dan kebun sorga. Sebab, tanah di sorga sangat baik dan subur". Nabi Muhammad saw bertanya, “apakah gerangan pohonnya yang akan ditanam?. Ibrahim menjawab, suruhlah umatmu memperbanyak membaca laa hawla wa laa quwata illa billah al-‘Aliy al-Azhim
(لا حول ولاقوة إلا بالله العلي العظيم)
Nabi melihat ada dua kelompok yang satu putih bersih seperti kertas dan satu kelompok tubuhnya ada kotoran lalu kelompok kedua ini mandi sebanyk tiga kali di sungai berbeza sehingga wajah merekapun menjadi putih bersih seperti kelompok pertama. Ketika nabi Muhammad saw bertanya kepada Jibril tentang kedua kelompok tersebut, Jibril menjelaskan bahawa mereka adalah umatmu. Kelompok pertama adalah mereka yang menjaga diri dari kotiran dosa sepnajang hayatnya sehingga ketika mati mereka kembali dalam keadaan putih bersih. Sementara kelompok kedua ialah uatmu yang suka mencampurkan amal shlaih dan dosa, namun mereka suka bertaubat. Yang ketiga sunagi itu ialah; pertama sungai rahamatullah, kedua sungai nikmatullah dan ketiga sungai saqahum rabbuhum syaraban thahuran;
(بسم الله الرحمن الرحيم)
عَـٰلِيَهُمْ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضْرٌۭ وَإِسْتَبْرَقٌۭ ۖ وَحُلُّوٓا۟ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٍۢ وَسَقَىٰهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًۭا طَهُورًا ٢١
Orang-orang yang soleh akan 'dipakai' dengan pakaian sutera hijau halus dan sutera tebal, dan dihiasi dengan gelang perak, dan Tuhan mereka akan memberi mereka minuman yang menyucikan.
(Surah al-Insan /[76]: 21)
Nabi kemudian melihat sebatang pohon yang dari akarnya muncul beberapa sungai; sungai air tawar, sungai susu, sungai khamar dan sungai madu
(بسم الله الرحمن الرحيم)
مَّثَلُ ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَآ أَنْهَـٰرٌۭ مِّن مَّآءٍ غَيْرِ ءَاسِنٍۢ وَأَنْهَـٰرٌۭ مِّن لَّبَنٍۢ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُۥ وَأَنْهَـٰرٌۭ مِّنْ خَمْرٍۢ لَّذَّةٍۢ لِّلشَّـٰرِبِينَ وَأَنْهَـٰرٌۭ مِّنْ عَسَلٍۢ مُّصَفًّۭى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَمَغْفِرَةٌۭ مِّن رَّبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَـٰلِدٌۭ فِى ٱلنَّارِ وَسُقُوا۟ مَآءً حَمِيمًۭا فَقَطَّعَ أَمْعَآءَهُمْ ١٥
Gambaran Syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa adalah di dalamnya terdapat sungai-sungai air tawar, sungai-sungai susu yang tidak pernah berubah rasanya, sungai-sungai arak yang lazat diminum, dan sungai-sungai madu yang tulen. Di sana mereka akan mendapat pelbagai jenis buah-buahan, dan keampunan daripada Tuhan mereka. Bolehkah mereka seperti orang-orang yang kekal di dalam Neraka selama-lamanya, dibiarkan minum air mendidih yang akan mengoyakkan isi perut mereka?
( Surah Muhammad [47]: Ayat 15)
Nabi Muhammad saw kemudian diajak menyusuri sorga dengan keindahan kenikmatan yang tidak pernah dapat dilihat oleh mata dan hati makhluk. Di pintu sorga di sorga nabi Muhammad saw melihat tulisan al-shadaqatu bi asyri amtsaliha wa la-qirdh bi tsamaniyata ‘Asyara (الصدقة بعشر أمثالها والقرض بثمانية عشر) “Shadaqah pahalnya bertanya sepuluh kali lpat dan lipat pahamin kali sepuluh kali lpat dan Nabi saw. lebih banyak pahalanya? Jibril menjawab, “seoerang yang diberi belum tentu dia perlukan, namun seseorang yang dipinjamkan kerana dia sangat menyingkapkannya dengan pelbagai macam buahnya, pasirnya dari permata hijau dan tanahnya yang harum dari aroma kesturi.
Dari sorga kemudian nabi Muhammad saw diajak ke nerka untuk melihat bagaiman pula keadaan neraka dengan segala azabnya. Nabi Muhammad melihat malaikat-malaikat penjaganya yang sangat kasar dan bengis. Nabi Muhammad juga melihat segala azab yang diterima manusia di dalamnya. Setelah nabi Muhammad menyampaikan salam kepada penjaga neraka dan mereka menjawabnya, maka pintu kembali ditutup dan tidak dibuka kecuali apabila calon penghuninya datang untuk memasukinya setelah hari perhitungan selesai.
Jibril kemudian membawa nabi Muhammad kembali naik hingga sampai di Sidratil Muntaha. Di sidratul Mutaha inilah nabi Muhammad melihat wujud Jibril yang asli, dimana ia mempunyai 600 sayap dan satu sayap boleh menutupi ufuq (ujung barat dan timur bumi). Hal itu seperti dikisahkan dalam surat al-Najmi [53]: وَلَقَدْ رَآهُ
(بسم الله الرحمن الرحيم)
وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ ١٣عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ ١٤
Dan dia pasti melihat 'malaikat itu turun' untuk kali kedua di Pokok Lote di had paling ekstrem ˹di langit ketujuh˺
[Surah An Najm/53: Ayat 13-14]
Dari Sidratul Muntaha nabi Muhammad saw kemudian menghadap Tuhan untuk menerima perintah Allah swt. Sesampaainya di Sidratul Munatha nabi Muhammad saw bersujud di hadapan Tuhan. Tuhan berfirman, Ya Muhammad! Beliau menjawab, “Labbayk”. Kemudian Allah berfirman, “mintalah, pasti akan aku beri permintaanmu”. Nabi Muhammad menjawab, “Ya Tuhan, Engkau telah menjadikan Ibrahim Khalilullah dan memberikan kekuasaannya yang besar. Engkau telah menjadikan Musa Kalamullah dan Engkau telah memberikan kekuasaan yang besar kepada Daud dan menjadikan segala bentuk lunak di tangannya. Engkau telah memberikan kerajaan yang tidak pernah dimiliki manusia baik sebelum melindungi sesudahnya kepada nabi Sulaiman sehingga tunduk dibwah kekuasaannya binatang, manusia juga hingga jin. Engkau telah menurunkan dan menyembuhkan penyakitnya kepada Nabi Isa as dan Engkau telah menyembuhkan orang-orang dari Injil kepada Nabi Isa. syaithan hingga ereka tidak boleh disentuh syaithan selama hidupnya”.
Allah kemudian menjawab, “jika begitu Engkau Aku jadikan Habibullah (kekasih Allah). Aku Mengutusmu untuk semua makhluk sebagai pemebri kabar gembira dan peringatan. Aku Lapangkan untuk dadamu, Aku angkat dari mu bebanmu, Aku tinggikan sebutanmu di mana selama kehidupan di dunia tidak akan disebut nama-Ku kecuali namu akan disebut pula bersama nam-Ku. sebagai sesutau yang wajib, Aku jadi umatmu umat yang paling lurus, hati mereka paling lembut, Aku menjadikan kamu nabi pertama yang diciptakan dan nabi terakhir yang diutus, namun kamu adalah nabi pertama yang umatnya akan diberikan keputusan akhirat. Aku memberikan kepada tsab’an min al-matsnani (al-Fathiah), dan Aku jadikan untukmu penutup surat al-Baqarah sebagai perbendaharaan Arasy yang tidak pernah saya berikan kepada umat sebelum kamu. Aku berikan kepadamu al-Kautsar, dan delapan saham; yaitu Islam, hijrah, jihad, shadaqah, puasa ramadhan, amar maruf nahi munkar. Sejak awal penciptaan langit dan bumi saya telah menetapkan untukmu dan umatmu shlat wajib sebanyak 50 kali”.
Setelah itu, nabi turun bersama Jibril hingga melewati nabi Ibrahim di langit ke tujuh. Ketika nabi Muhammad melihat melalui nabi Ibrahim, tidak ada komentar keluar dari mulut beliau. Hingga nabi Muhammad saw melewati nabi Musa as dandia bertanya tentang apa yang diperoleh nabi Muhammad saw dari Allah swt. Nabi Muhammad saw menjawab bahawa Allah swt telah mewajibkan tas dirinya dan umatnya solat wajib sebayak 50 kali sehari. Nabi Musa as kemudian meminta nabi Muhammad untuk segera kembali kepada Tuhan untuk meminta pengurangan kerana menurut nabi Musa umat Muhammad tidak akan mampu melakukan perintah tersebut.
Nabi Muhammad saw menerima usulan nabi Musa as dan kembali naik menghadap Allah swt untuk meminta keringanan. Sesampainya di hadapan Tuhan nabi Muhammad saw meminta agar Allah swt menurunkan jumlah kewajipan solat bagi umatnya. Dengan rahmat-Nya, Allah swt kemudian memberikan pengurangan sebanyak lima shalat sehingga tersisa lima puluh lima kali dalam sehari dan semalam. Sesampainya di dekat nabi Musa as kembali nabi Muhammad ditanya tentang apa yang didapat daripada Allah swt. Nabi Muhammad menjawab bahawa dia dan umatnya diwajibkan solat empat puluh lima kali. Nabi Musa as kembali meminta nabi Muhammad saw untuk naik menghadap Tuhan dan meminta kembali pengurangan dengan dalih bahawa umat Muhammad saw tidak akan mampu melakukannya. Nabi pun melakukan apa yang diminta nabi Musa as hingga hal yang demikian berlangsung selama sembilan kali yang mana setiap kali naik dikurangi lima shalat maka tinggallah lima kali shalat dalam sehari dan semalam.
Pada kali ke sembilan ini, Allah swt berfirman, "wahai Muhammad! Shalat yang lima kali ini akan Aku nilai setara dengan lima puluh kali, kerana saya menetapkan untuk umatmu bahawa satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Begitu juga, Aku telah menetapkan untuk umatmu bahawa siapa saja dari umatmu yang berniat berbuat baik, tetapi Aku telah menulis baginya satu pahala. Jika kebaikan itu berlaku, maka aku akan berbuat jahat kepada mereka, jika aku berbuat jahat kepada mereka. Dan jika kejahatan itu berlaku, Aku masih belum menulis dosanya dengan memberikan beberapa waktu tangguh untuk menunggu dia bertaubat. Jika dalam waktu tangguh itu dia masih belum bertaubat barulah Aku menulis satu dosa untuknya.” Itu semua adalah wujud kasih sayang Allah swt kepada umat nabi Muahmmmad saw.
Setelah menerima shalat lima kali dalam semalam, kembali di langit keenam nabi Muhammad saw bertemu dengan nabi Musa as. Nabi Musa kembali bertanya kepada nabi Muhammad saw tentang apa yang diterimanya daripada Allah swt. Nabi Muhammad saw menjawab bahawa Allah swt memerintahkannya dan umatnya untuk shlat lima kalai dalam sehari dan semalam. Nabi Musa kembali menyarankan kepada nabi Muhammad saw agar datang menghadap Alalh swt dan meminta dikurangi. Ketiak itulah nabi Muhammad saw berkata kepada musa bahawa dia sudah merasa malu menghadap Allah swt dan mengurangkan pengurangan ibadah. Ketika itulah nabi Musa berkata, ihbith bismillah (turunlah engkau dengan menyebut nama Allah). Maka dibukalah pintu langit dan nabi Muhammad saw bersama Jibrilpun turn kembali ke bumi. Sama seperti saat naik, nabi kembali bertemu dengan para nabi yang sebelumnya dia temui di setiap tingkat langit yang beliau lalui namun hanya sekadar saling mengucap dan membalas salam.
Sesampainya di bumi nabi bertemu dengan sekelompok kafilah dagang Quraisy yang sedang dalam perjalanan dari Syam menuju Makkah. Nabi melihat satu unta mereka lari dari rombongan sehingga mereka mengejarnya. Nabi Muhammad saw juga melihat seekor unta merah yang patah kakinya. Nabi mengucapkan salam kepada mereka, dan tiba-tiba mereka merasa heran sambil berkata, “itu seperti suara Muahmmad”. Nabi Muhammad saw menemukan dua kendi air mereka yang berisi penuh, dan nabi meminum air pada salah satu daripada kedua kendi tersebut kemudian meletakannya kembali di tempat semula. Menjelang subuh nabi Muhammad saw telah samapi di masjid Haram di dekat dua pamananya Hamzah dan Ja’far yang tadi ditinggalkannya dalam keadaan tertidur.
Ketika pagi datang, nabi duduk bermenung di dekat masjidil Haram sambil kebingungan seakan sedang memikul beban yang berat. Beliau kebingungan memikirkan cara bagaimana mengumpulkan kaum Quraisy dan menceritakan perjalanan yang baru saja berlakunya. Nabi juga ragu apakah mereka akan menerima dan membenarkan cerita perjalanannya. Ketika itulah datang Abu Jahal bertanya kepada beliau, "Ya Muhammad! Saya melihat engkau sedang memikul beban yang sangat berat? Adakah sesuatu beban yang memberatkan hatimu?" Nabi Muhammad saw menjawab, "Betul wahai Paman! Saya tadi malam diperjalankan Allah swt dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis, dan dari Baitul Maqdis saya diajak naik ke langit ke tujuh dan sidratul muntaha. Perjalanan itu saya lakukan dalam waktu kurang dari satu malam".
Abu Jahal melihat ini sebagai kesempatan emas untuk mempermalukan nabi Muhammad saw. Diapun berkata, “Maukah engkau saya kumpulkan penduduk Makkah dan engkau ceritakan kepada mereka apa yang engkau ceritakan kepadaku?”. Nabi Muhamad saw dengan senang hati berekata, “Ya, tentu saja boleh paman”. Maka Abu Jahal segera mengumpulkan penduduk Makkah untuk mendengarkan cerita nabi Muhammad melakukan perjalanan yang tidak masuk akal dengan tujuan mengolok-olok nabi Muhammad saw.
Setelah orang-orang erkumpul, nabi Muahmmad memulakan ceritanya seperti yang diceritakannya kepada Abu Jahal. Mendengar cerita nabi Muhammad saw yang melakukan perjalanan dari Makkah ke Palestina dan ke langit hingga sidratul muntaha dan kembali ke bumi hanya dalam waktu yang singkat semua tertwa dan mengolok nabi Muhammad saw. Sebagaimana berakata, "Wahai Muahmmad! Apakah engkau sudah gila, bukankah engkau tahu bahawa perjalanan dari Makah ke Baitul Maqdis saja harus ditempuh dalam satu bulan? Lalu bagaimana mungkin dalam semalam engkau boleh berjalan sejauh itu dan kembali lagi ke Makkah". Ketiak keributan itu terjadi, datanglah Abu Bakar dan mereka bertanya kepada Abu Bakar tentang berita yang baru disampaikan nabi Muhammad saw kepada mereka. Abu Bakar dengan tenang menjawab, “Saya bersaksi bahawa nabi Muhammad adalah benar”.
Tidak puas dengan cerita nabi Muhammad saw merekapun sepakat ingin menguji nabi Muhammad saw dengan beberapa pertanyaan yang bertujuan untuk mempermalukan beliau. Salah satu daripada mereka berkata, "Wahai Muhammad! Jika benar engakau samapi di baitul Maqdis maka ceritakanlah kepada kami gambaran masjid al-Aqsha, bentuk bangunannya, dan jumlah pintunya". Awalnya nabi kesulitan untuk menjawab kerana memang nabi Muhammad sawt ketika melakukan perjalanan ke sana tidak sempat memperhatikan detail masjid al-Aqsha tersebut. Tiba-tiba malaikat jibril datang dan menyiarkan setiap sisi masjid al-Aqsha kepada nabi Muhammad saw. Dengan mudah akhirnya nabi Muhammad dapat menjelaskan dengan sangat detail gambaran masjid al-Aqsha kepada penduduk Makkah sesuai dengan keperluan mereka.
Ternyata jawapan nabi tidak membuat mereka percaya begitu saja, dan mereka pun meminta bukti lain. Salah satu bertanya lagi, “Jika memang engkau dari palestina pastilah engkau bertemu dengan kafilah dagang yang sedang menunju Makkah. Coba anda jelaskan keadaan mereka kepada kami”. Nabi Muhammad saw menjawab, "Ya< saya memang berpapasan dengan mereka. Saya melihat salah satu unta mereka dan keluar dari rombongan dan mereka pun mengejarnya. Salah satu unta mereka yang berwarna merah patah kakinya. Saat mereka berehat dan meletakkn kendi airi munium mereka di tanah, salah satunya saya minum dan saya letakan kembali di tempat semula". Mereka bertenya, "Hai Muhammad! Kira-kira kapan mereka akan samapi di Makkah?". Nabi Muhammad saw menjawab, “Mereka akan masuk kota Makkah pada hari Rabu”.
Penduduk Makkah pun menunggu kedatangan kafilah tersebut untuk membuktikan kebenaran cerita nabi Muhammad saw tentang mereka. Sore hari rabu ternyata mereka belum masuk ke kota Makkah. Di saat itulah Allah swt kemudian menahan matahari untuk terbenam, sehingga siang lebih lama samapi satu jam. Sore hari Rabu itu kafilah dagang yang diceritakan memasuki kota Makkah. Merekapun ditanya apa yang berlaku dalam perjalanan menuju Makkah dari Palestina. Mereka menceritakan sama seperti kisah nabi Muhammad, di mana salah satu daripada mereka lari dan memisahkan diri lalu mereka mengejarnya. Unta mereka yang merah kakainya patah, serta salah satu kendi air minum mereka yang ketika diletakan penuh tiba-tiba menjadi kosong. Merekapun berceriat sepertinya ada suara Muhammad malam itu yang mengucapkan salam kepada mereka.
Mendengar cerita kafilah ini yang sangat sesuai dengan cerita nabi Muhammad tentang mereka, beramai-ramai mereka berkata bahawa ini adalah salah satu bentuk sihrinya Muhammad. Begitulah bahawa kaunm Quraish masih belum boleh menerima kebenaran yang disampaikan nabi Muhammad saw. Wallahu a’lam.
Kemudian nabi turun, dan di langit ke enam bertemu nabi Musa maka disarankan untuk naik kembali dan mintak kurang hingga 9 kali..
Nabi turun ke langit dunia, sebelum subuh nabi sudah sampai di masjid Haram..pagi itu nabi belum solat subuh dan baru mula zuhur. Pagi hari itu nabi duduk memikirkan cara menceritakannya,,tiba-tiba Abu Jahal lewat dan menegur…Abu jahallah yang mengumpulkan manusia….mereka tertawa kerana tidak masuk akal….kecuali Abu Bakar…dan mereka meminta menjelaskan jumlah pintu masjid aqsha, jibril melihat…kemudian bertanya tentang kafilah yang datang dari Syam, mereka di mana-mana sekarang dan kapan sampai di Makkah..nabi mengatakan bahawa mereka akan sampai hari ini.
https://syofyanhadi.blogspot.com/2016/05/kisah-isra-dan-miraj-nabi-muhammad-saw.html
Pesan dari Langit 1 © All Right Reserved Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Diterbitkan oleh Penerbit A-Empat Edisi 1, Oktober 2021 Penulis : Dr. Syofyan Hadi, S.S., M.Ag., M.A.Hum. Editor : Agus Ali Dzawafi Layout : Tim Kreatif A-Empat Cover : Wahyu Prabowo vi + 306 halaman | 14,8 cm x 21 cm ISBN: 978-623-6289-48-8 (no.jil.lengkap) 978-623-6289-49-5 (jil.1 ) Penerbit A-Empat Anggota IKAPI Puri Kartika Banjarsari C1/1 Serang 42123 www.a-empat.com E-mail: info@a-empat.com Telp. (0254) 7915215